Senin, 24 Juli 2017
NEWS TICKER
Sang “SUPER HERO LINGKUNGAN” Penopang Ekonomi Masyarakat »  GEMASABA salah satu indikator sukses kaderisasi PKB »  PKB LAHIR DARI RAHIM NU »  Garda Bangsa DKC Bondowoso Optimis dapat menarik Simpati Pemuda »  Ketika Integritas dan Kredibelitas diuji Penghuni Maya »  Mengenal Lebih Dekat Halim Iskandar »  Perjuangkan Nasib Petani Tembakau Lokal, FPKB Temui Dua Perusahaan Rokok Multi Nasional »  Semangat Kemerdekaan Dimalam Lailatul Ijtima’ »  Dirjend Politik dan Pemerintahan Umum Kunjungi PKB »  Bela Negara, Membela Perjuangan Bangsa »  Mengenang Gus Dur »  Tokoh Masyarakat Bajo Kunjungi Ketum PKB »  Launching Dua Website, DPC PKB Kab. Bondowoso nyatakan siap memasuki Babak dan Era baru politik »  5 DPW PKB Mendapat Penghargaan »  Dari hidangan makan ala SANTRI hingga “Holopis Kuntul Baris” » 
 
Home » SERBA SERBI » Mengenang Gus Dur
SERBA SERBI

Mengenang Gus Dur

Senin, 25 Juli 2016 - 185 Kunjungan

Mengenang Gus Dur
SELAIN sebagai Guru Bangsa, Bapak Bangsa, Bapak Pluralis Indonesia, masih terlalu banyak penghargaan yang diberikan bangsa Indonesia kepada almarhum KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Presiden Republik Indonesia ke 4 ini lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 dan wafat pada 30 Desember 2009.

Berbicara mengenai Gus Dur tidak akan pernah ada habisnya. Bahkan menulis bertemakan Gus Dur pun tidak akan pernah selesai. Banyak buku yang ditulis banyak orang dengan berbagai sudut pandang tentang Gus Dur. Gus Dur adalah pribadi yang sangat luar biasa, menarik dan sangat magnetis. Banyak ide, gagasan dan pemikiran-pemikiran besarnya yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Berbagai pemikiran besarnya tentang demokrasi, politik, ekonomi, agama, sosial, seni budaya dan bahkan olahraga atau bidang-bidang lainnya muncul di berbagai halaman surat kabar nasional dan media internasional.

Pada paruh awal 1970 –an, Gus Dur sangat tertarik dan menekuni dunia penulis dan jurnalis. Banyak kalangan berpendapat bahwa Gus Dur adalah seorang penulis dan jurnalis yang cerdas, andal dan mampu mencerahkan kebuntuan cara pandang persoalan yang terasa sempit serta feodal menjadi gagasan yang luas dan egaliter.

Gagasan, ide dan pemikiran Gus Dur sering keluar dari kebiasaan yang telah mentradisi. Hal ini lebih karena Gus Dur adalah seorang yang berani berpendapat, berani berpikir, berani berbicara dan berani menuliskan pemikiran-pemikirannya dengan gamblang. Salah satunya, misalnya, pada Januari 2001, Gus Dur mengumumkan Tahun Baru Cina atau dikenal sebagai tahun baru Imlek menjadi hari libur opsional. Kebijakan Gus Dur ini disertai dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa di Indonesia. Hingga sekarang, tahun baru imlek merupakan hari libur nasional. Gerak langkah dan pemikiran Gus Dur selalu bersandarkan pluralis dan humanis.

Dalam sebuah talk show bertajuk “Menghadirkan Kembali Spirit Gus Dur” yang digelar DPP Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta, 22 Desember 2015, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa H.A. Muhaimin Iskandar memberikan contoh menarik ketika Gus Dur berjuang menegakkan demokrasi di Indonesia. Ancamannya adalah paham radikalisme terhadap kebhinekaan. Gus Dur telah mewariskan nilai untuk menjaga dan merawat kebhinekaan, pluralisme atau keberagaman. Setiap warga negara Indonesia, terlepas dari suku, ras, ataupun agamanya, memiliki hak yang sama di negeri ini. Nilai tersebut harus dipegang untuk menangkal paham radikalisme yang kini bermunculan.

Perjuangan Gus Dur untuk menegakan demokrasi di Indonesia di era pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto adalah fase yang sangat melelahkan dan tergolong sangat kritis. Menghadapi rezim otoriter dan anti-demokrasi, Gus Dur selalu bersabar, istiqomah dan berani mengambil resiko dengan segala konsekuensinya. Perjuangan yang penuh dengan keyakinan menjadi spirit yang membesarkan hati Gus Dur. Apalagi, sebagai anak dari pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama yakni KH Wahid Hasyim, Gus Dur tidak kenal menyerah dalam memperjuangkan demokrasi, kebhinekaan, pluralisme, keberagaman, kemanusiaan dan hal-hal lainnya demi kepentingan manusia Indonesia.

Salah satu hal yang muncul ke permukaan dan boleh dikatakan menonjol dari nilai keberagaman warisan Presiden ke 4 Republik Indonesia itu adalah kebijakannya saat menjadi orang nomor satu di Indonesia. Saat itu, negara mengakui agama Khonghucu sekaligus membebaskan penganut Khonghucu untuk menjalankan ibadahnya dan merayakan hari keagamaan secara terbuka.

Di panggung politik nasional, gerak dan langkah politik Gus Dur sering tidak terbaca oleh lawan-lawan politiknya. Cara berpolitik Gus Dur yang sangat lihai tidak jarang mengejutkan lawan-lawan dan kawan-kawan politiknya. Masih ingat dalam benak kita ketika Gus Dur selaku Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Dekrit pada 22 Juli 2001.

Ada tiga hal yang termaktub di dalam Dekrit yang dikeluarkan Presiden Gus Dur: pertama, membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Kedua, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan yang diperlukan untuk menyelenggaran Pemilu dalam waktu satu tahun. Dan, ketiga, menyelamatkan gerakan reformasi total dari unsur-unsur Orde Baru dengan membekukan Partai Golongan Karya sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung, untuk itu kami memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan langkah penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang serta menjalankan kehidupan sosial dan ekonomi seperti biasa.

Pasca Dekrit Presiden ini, beragam reaksi pun bermunculan. Peta politi di Indonesia pun berubah dan perlawanan politik terkait dikeluarkannya Dekrit Presiden ini semakin menguat. Presiden Gus Dur pun akhirnya lengser dari jabatannya sebagai presiden. Dekrit Presiden yang dikeluarkan Presiden Gus Dur adalah potret keberanian Gus Dur dalam pentas politik nasional meskipun harus dibayar dengan harga yang mahal.

Setelah Gus Dur berpulang pada 30 Desember 2009, kita pun mengenang Gus Dur sebagai tokoh nasional yang sangat disegani dan dihormati oleh kawan dan lawan politiknya. Di panggung politik, Gus Dur telah mewariskan sesuatu yang sangat berharga dan bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa Indonesia, kaum Nahdliyin dan para pengikut setia Gus Dur. Warisan itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di bawah kepemimpinan H.A Muhaimin Iskandar, PKB semakin maju dan selalu berada di garis terdepan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dan berupaya maksimal demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. (Rusdy Setiawan Putra)

Related Post