Sabtu, 27 Mei 2017
NEWS TICKER
Sang “SUPER HERO LINGKUNGAN” Penopang Ekonomi Masyarakat »  GEMASABA salah satu indikator sukses kaderisasi PKB »  PKB LAHIR DARI RAHIM NU »  Garda Bangsa DKC Bondowoso Optimis dapat menarik Simpati Pemuda »  Ketika Integritas dan Kredibelitas diuji Penghuni Maya »  Mengenal Lebih Dekat Halim Iskandar »  Semangat Kemerdekaan Dimalam Lailatul Ijtima’ »  Perjuangkan Nasib Petani Tembakau Lokal, FPKB Temui Dua Perusahaan Rokok Multi Nasional »  Bela Negara, Membela Perjuangan Bangsa »  Dirjend Politik dan Pemerintahan Umum Kunjungi PKB »  Tokoh Masyarakat Bajo Kunjungi Ketum PKB »  Mengenang Gus Dur »  Launching Dua Website, DPC PKB Kab. Bondowoso nyatakan siap memasuki Babak dan Era baru politik »  5 DPW PKB Mendapat Penghargaan »  Dari hidangan makan ala SANTRI hingga “Holopis Kuntul Baris” » 
 
Home » REFLEKSI » Ketika Integritas dan Kredibelitas diuji Penghuni Maya
REFLEKSI

Ketika Integritas dan Kredibelitas diuji Penghuni Maya

Kamis, 4 Agustus 2016 - 254 Kunjungan

Untitled

Integritas pada komitmen jangka panjang organisasi kadang-kadang memang harus diuji. berbenturannya kepentingan kelompok menjadi lahan yang sangat baik untuk tumbuhnya media provokasi sebagai media perang untuk kepentingan masing-masing kubu. Tak jarang indahnya komunikasi dalam perbedaan itu kadang tercoreng oleh segelintir oknum tak bertanggung jawab yang mengatas namakan dinamika sebagai media provokasi serta fitnah.

Oleh karenanya, ” Jelang PILBUP 2018 menjadi sebuah momentum untuk menguji dalam kematangan berpolitik masing-masing kubu partai dengan membangun komunikasi politik santun dan bersahaja..” tegas Sekretaris Gemasaba Mursid ketika diklarifikasi oleh tim redaksi garda perihal pernyataan sebuah akun bodong yang menyerupai Ketua Umumnya itu pada sebuah group medsos yang mencatut beberapa nama pembesar PKB bahkan Organisasi NU. “Sebagai pelopor penegak hukum Ini harus diinvestigasi dan menjadi bahasan serius para kader, apalagi permasalahan ini menyangkut para pembesar-pembesar kita dan sebuah lembaga terhormat…”

Disisi lain Ketum Garda Bangsa H. NURUL EFENDI S.Pd.I menghimbau kepada semua komponen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), utamanya para kader supaya kian intensif berkomunikasi antar komponen partai lainnya untuk mengantisipasi adanya beberapa pemberitaan yang dapat merugikan pihaknya dan demi tegaknya supremasi hukum melalui prosedur yang sudah disediakan, berikut pernyataan ketua garda bangsa tersebut “kita tidak ingin Toleransi, tenggang-rasa, tepo sliro, sopan santun, baik sangka,budaya timur, Bhineka Tunggal Ika, yang selama ini kita bangga-banggakan sebagai asset bangsa, musnah dilindas begitu saja oleh ambisi dan egoisme tak bermoral segelintir oknum” tukasnya.

Dunia maya atau lebih dikenal dengan cyber sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat Indonesia. Salah satu situs jejaring sosial yang saat ini ratingnya sangat baik dalam mesin pencarian google, yahoo, bing atau mesin pencari lain adalah Facebook atau lebih dikenal dengan www.facebook.com

Menurut tim ahli IT Garda Bangsa, akan menjadi permasalahan hukum apabila kita memposting baik dengan sengaja maupun tidak disegaja dan merugikan pihak lain yang dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang disetujui oleh Pemerintah dan DPR pada tanggal 25 Maret 2008 dan diundangkan pada tanggal 21 April 2008.

Dalam UU ITE, ketentuan penghinaan dan pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 27 ayat (3), sedangkan ketentuan SARA diatur dalam Pasal 28 ayat (2). Berdasarkan Pasal 43 ayat (1) UU ITE, delik-delik tersebut dapat dilaporkan kepada Penyidik POLRI atau kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil Informasi dan Transaksi Elektronik (“PPNS ITE”) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Laporan kepada PPNS ITE juga dapat disampaikan melalui email cybercrimes@mail.kominfo.go.id. Sanksi dapat dijatuhkan apabila pelaku memenuhi seluruh unsur dan telah melalui proses peradilan pidana. [Vin’s]

Related Post